Bahan PJJ tentang keputusan keluarga untuk menempatkan Tuhan sebagai pusat rumah tangga di tengah banyak pilihan hidup modern.
Menjelang akhir hidupnya, Yosua mengumpulkan seluruh bangsa Israel dan menantang mereka untuk memilih: kepada siapa mereka akan beribadah. Lalu Yosua memberi teladan dengan keputusannya sendiri: ia dan seisi rumahnya akan beribadah kepada Tuhan.
Keputusan yang diambil bersama
Iman keluarga tidak terjadi dengan sendirinya. Ia lahir dari keputusan yang diambil secara sadar dan diperbarui setiap hari: berdoa bersama, membaca firman, dan saling mengampuni.
Tantangan keluarga perantau
Banyak keluarga Karo di Gading Serpong hidup jauh dari kampung halaman. Kesibukan pekerjaan dan jarak dengan keluarga besar bisa membuat ibadah keluarga terabaikan. Di sinilah persekutuan jabu-jabu menjadi tempat saling menguatkan.
Keluarga yang beribadah bersama belajar untuk tetap bersama dalam suka maupun duka.
Pokok diskusi
- Apa yang paling sering menghalangi keluarga kita untuk beribadah bersama di rumah?
- Bagaimana orang tua dapat menjadi teladan iman bagi anak-anak, seperti Yosua?
- Satu kebiasaan rohani apa yang ingin keluarga kita mulai minggu ini?
- Bagaimana PJJ dapat menolong keluarga yang sedang menghadapi pergumulan?
