Di tengah kesibukan dan kekhawatiran hidup di kota, Mazmur 23 mengingatkan kita bahwa ada Gembala yang tidak pernah lalai menjaga domba-Nya.
Hidup di kota besar sering membuat kita merasa harus menjaga diri sendiri. Kita bangun pagi, berangkat kerja, mengurus keluarga, dan pulang larut. Tanpa sadar, kita mulai berpikir bahwa semua bergantung pada kekuatan kita.
Daud menulis Mazmur 23 bukan dari tempat yang nyaman. Ia mengenal padang yang kering, lembah yang gelap, dan musuh yang mengintai. Namun justru di sana ia belajar satu hal: gembala yang baik tidak pernah meninggalkan dombanya.
Gembala yang menuntun
Domba tidak tahu di mana rumput hijau dan air yang tenang. Gembalalah yang menuntun. Demikian juga hidup kita. Kita tidak selalu tahu jalan di depan, tetapi Tuhan tahu, dan Ia berjalan bersama kita.
Gembala yang menyertai di lembah
Perhatikan bahwa Daud tidak berkata Tuhan akan menjauhkannya dari lembah kekelaman. Ia berkata Tuhan menyertainya di dalam lembah itu. Penyertaan Tuhan bukan jaminan tanpa masalah, melainkan jaminan bahwa kita tidak pernah sendirian.
Hari ini, serahkan satu kekhawatiran terbesar Anda kepada Sang Gembala, dan biarkan Ia yang menuntun.
Doa
Tuhan Yesus, Gembala kami yang baik, ajar kami percaya bahwa Engkau menuntun langkah kami hari ini. Di tengah kesibukan dan kekhawatiran, tenangkan hati kami di dalam penyertaan-Mu. Amin.
